Jumat, 23 Oktober 2015

Filled Under: , ,

Sejarah Dibuatnya LINGGA


Setiap daerah selalu memiliki ciri khasnya tersendiri, mulai dari kulinernya, budayanya, hingga bahasanya. Salah satunya adalah Kota Sumedang yang terkenal dengan kuliner tahunya. Tapi, sebenarnya tidak hanya tahunya saja yang terkenal,  Kota yang terletak di sebelah timur kota Bandung ini juga ternyata terkenal dengan kesenian kuda renggongnya, juga dengan ubi cilembunya yang sangat manis dan lingga nya yang memiliki sejarah.
                Lingga adalah sebuah monumen yang terdapat di kota Sumedang, lingga menjadi ciri khas atau budaya di kota Sumedang.  Lingga biasanya menjadi sebuah lambang dalam organisasi di Sumedang mulai dari sekolah organisasi pemerintah.
Lingga di bentuk pada tahun 1922 oleh Dalem bintang yang di bantu oleh seluruh rakyat Sumedang sebagai salah satu bentuk penghargaan kepada pangeran Mekkah arena keberhasilannya membangun kota Sumedang menjadi maju pada masa itu. Mulai dari sektor pertanian, perkebunan, perdagangan, hukum. Dan juga kesejahteraan rakyat.
Lingga pernah di perbaiiki karena kerusakan pada bagian pinggiran termasuk tangga. Dahulu pada zaman Jepang lingga pernah di bom oleh jepang namun anehnya lingga tidak hancur dan  mengalami kerusakan sedikit pun, menurut tetua Sumedang Lingga memiliki hal yang gaib atau sulit di jelaskan oleh ilmu pengetahuan, logika dan akal fikiran manusia
Bahan utama pembuatan lingga yaitu batu granit dan andesit atau batuan gunung da bahan pebuatan atapnya yaitu tembaga kuning.  Digunakan Nya bahan terbut di maksudkan karena bahan tersebut memili kekuatan yang kuat dan tahan lama seperti halnya candi di Indonesia . karena di buat pada zaman dulu jadi lingga menggunakan perekat untuk menempelkan tiap batunya menggunakan putih telur.  Di dalam lingga yang kita lihat padat ternyata  terdapat ruangan yaitu peninggalan pangeran makkah
 Peninggalan tersebut di ambil oleh orang Sumedang lewat kubah, kubah tersebut bisa di buka. Akan tetapi anggapan masyarakat bahwa lingga memiliki labirin. Namun sekarang penutup kubah tersebut telah di patenkan.
Makna atau falsafat lingga, Dikarenakan lingga berada di tengah kota dan merupakan bentuk peringatan, berarti bentuk yang harus di contoh oleh pejabat dan rakyat Sumedang.
Pada saat ini lingga sudah sering di gunakan sebagai tempat rekreasi.
sumber :
pemandu musium sumedang
diankurniaa.wordpress.com

1 komentar:

  1. kalau kata saya (toyib) lebih seru pake mitos nya , misalnya kalau kita ngelakuin sesuatu tidak boleh sembarangan hehehe

    BalasHapus

Copyright © 2015 Dedi Irawan. Designed by Templateism